Soal Transjakarta, mungkin inilah topik yang paling sering saya tulis dibanding topik lain. Maklum, selain hampir tiap hari saya menggunakan bus ini, dari awal saya tak terlalu excited dengan munculnya Transjakarta sebagai sarana transportasi moderen buat Jakarta.
Kemarin bus Transjakarta koridor II (Pulogadung - Harmoni) terbakar di sekitar Tugu Tani karena gas bocor pada Jumat (22/2). Sebelumnya pada 5 Februari lalu salah satu bus di hanggar Pulogadung juga meledak diduga karena pergesekan api dengan BBG.
Lupakan sebentar soal bus yang meledak itu, karena semua orang yang baca berita pasti tahu. Sekarang soal keefektifan bus ini yang makin lama dipertanyakan. Dari tujuh koridor yang beroperasi, CUMA KORIDOR 1 (Blok M - Kota) yang paling nyaman, cepat, dan bebas hambatan. Jadi saya disini bercerita soal Transjakarta diluar koridor I.
Ketidakefektifan terlihat karena bus Transjakarta sering terhambat oleh kendaraan pribadi, juga angkutan umum yang melaju masuk ke jalur Transjakarta. Hampir semua jalur Transjakarta sering kena macet karena melaju di jalur yang sama dengan kendaraan lain. Mereka tidak melaju di jalur khusus karena luas jalan yang ada memang sempit sehingga tidak memungkinkan ada jalur khusus Transjakarta. Belum lagi bus yang sering bersinggungan dengan perempatan rawan menabrak orang atau kendaraan lain seperti yang beberapa kali telah terjadi.
Kalau kita mau menuju Ancol menggunakan bus koridor V bisa sengsara berlipat. Selain armadanya masih kurang, yang menyebabkan kita lama menunggu di halte, bus juga sering tidak bisa jalan karena terjebak macet. Alhasil perjalanan dari Kampung Melayu menuju Ancol bisa makan waktu hampir dua jam. Kalau angkutan lain bisa lebih cepat karena sopirnya nekat salip sana sini, sopir bus Transjakarta tidak bisa begitu, makanya perjalanannya lebih lama.
Di koridor VII (Kampung Rambutan - Kampung Melayu) juga begitu, bus sering terjebak macet dan armada yang masih kurang.
Selain ketidaknyamanan karena macet, gaya mengemudi sopir (tentu diluar koridor I) nyaris tidak ada bedanya dengan sopir metromini. Bedanya kalau sopir metromini bisa menyalip sana sini, sopir bus Transjakarta tidak. Kalau dalam bus koridor I kita bisa smsan atau bertelepon sambil berdiri hanya bergelantungan dengan satu tangan, tidak demikian dengan koridor lain. Boro - boro smsan atau telepon-teleponan, berdiri dengan dua tangan berpegangan pun susah.
Menurut saya sebenarnya bus Transjakarta itu cuma bagus karena lips service. Bagus karena public relations yang menggembar - gemborkan bahwa Transjakarta adalah awal mula Jakarta punya sistem transportasi yang moderen dan terintegrasi. Jauuuuh dibanding model di Bogota sana yang jadi contoh pengembangan disini. Di Bogota, sebelum busway-nya diluncurkan, mereka membenahi infrastrukturnya dulu, angkutan feeder disiapkan, integrasi dengan gedung - gedung untuk parkir kendaraan, tempat parkir sepeda, dan sosialisasi kepada masyarakat. Baru meluncur itu bus.
Tapi ada yang plus untuk Transjakarta : murah dan full AC.
Sudah lha.., Indonesia tidak perlu ikut-ikutan negara luar sana. Yang sudah "ada" seharusnya dibenarkan, bukan di "tambahkan". K'lo sudah begini siapa yang mau tanggung jawab?. Apakah mau tuh "Charles Dongo" bertanggung jawab atas segala kebijakan yang pernah dibuatnya selama memerintah DKI Jakarta?.
Harapan gue sih, semoga Indonesia menjadi dirinya sendiri. Membuat negaranya maju tanpa membutuhkan bantuan apapun dari negara mana saja. SDM dan Hasil Bumi banyak bukankah sudah sangat mendukung bagi perkembangan sebuah negara..!? Apa perlu nih Angkatan Ke-5 digerakan kembali untuk menyadarkan pemerintah Indonesia..!?
Busway macet... ya iyalaah.. secara daerah yang di ambil dan di akuisisi adalah jalur macet dan sempit. Makanya sekarang gw terpaksa pake motor... abisnya yang Koridor 1 juga bikin seteres, selalu penuh dan lama, selancar-lancarnya Busway koridor 1 sekarang lebih dari 1 jam [kecuali hari libur] Yan. :D
Saya kira mau dibikin busway kayak apapun nggak bisa nyaman-nyaman juga jalan2 di Jakarta sudah penuh mobil mbak.. Coba lihat yang memakai jalan busway itu kan sekarang sudah macam-macam... Habis gimana??