Blog EntrySekolah Swasta GratisMay 4, '07 5:26 AM
for everyone

Selama saya sekolah tahun 87 – 99, biaya sekolah negeri masih murah dibanding sekolah swasta. Itu karena sekolah negeri punya pemerintah, pemerintah yang bangun, semua biaya pemerintah  yang tanggung. Gaji gurupun dibayar pemerintah. Kalaupun sekolah memungut iuran untuk keperluan sehari-hari sekolah itu atau tambahan belanja guru – guru. Itu juga sebabnya orang tua yang anaknya sekolah di sekolah negeri kerap protes kalau ada pungutan dari sekolah. Karena logikanya sekolah itu kan sudah disubsidi pemerintah sebagai penyedia pendidikan.

 

Sekolah swasta lebih mahal karena mereka membiayai sendiri gaji guru, perawatan gedung, operasional sehari-hari, sampai fasilitas pendukung belajar – mengajar. Itu sebabnya sekolah swasta lebih mahal dibanding sekolah negeri. Orang tua siswa pun tak mengeluh jika dimintai iuran ini itu untuk kepentingan sekolah, karena orang tua pasti tahu konsekuensi biaya kalau anaknya belajar di sekolah swasta.

 

Sekarang, kata orang, eranya reformasi nih. Sekolah swasta juga minta disubsidi, bahkan digratiskan. Beberapa yayasan pengelola sekolah swasta bilang :

“Sekolah swasta juga punya hak disubsidi pemerintah sama dengan sekolah negeri. Jangan ada diskriminasi antara sekolah negeri dan swasta!” *dengan berapi-api*

 

Nah lho!Menurut saya ini aneh. Sekolah swasta minta digratiskan? Gimana mau digratisin lha kan bukan punya pemerintah.  Bagi pemerintah sekolah itu udah gratis alias gak merasa punya beban biayain sekolah itu. Bukan punya dia gitu lho! Karena siapapun yang mau bangun sekolah tentu tahu dan sadar bahwa  ia harus membiayai sendiri sekolah itu dengan segala fasilitas yang ada nantinya.

 

Jadi, yang tepat mungkin bukan disubsidi pemerintah, tapi bantuan hibah. Tapi kalau satu sekolah swasta dikasih hibah, nanti ribuan sekolah swasta lain juga minta hibah. Lha kalau semua minta hibah, habislah duit negara. Sekolah negeri jadi beneran terlantar (sekarang aja banyak sekolah negeri dipedesaan kena angin dikit udah roboh).

 

Waktu SMU (sekarang balik lg jd SMA), saya sekolah di sekolah milik Departemen Luar Negeri. Dan karena saya sekolah di sekolah swasta, orang tua harus rela bayar iuran yang jumlahnya 3xlipat dibanding adik yang sekolah di SMU negeri, belum lagi uang praktikum, uang ekskul, dll.

 

Kalau sekolah negeri yang gratis, itu wajar karena kewajiban pemerintah membiayai apa yg dibangunnya demi cerdasnya bangsa ini. Kalau sekolah swasta ya kewajiban pengelolanya membiayai apa yang dibangunnya juga demi cerdasnya bangsa ini.


tiyan wrote on May 4, '07
Sekarang sekolah negeri favorit jg muahaaal!
Gmn donk
ikrasnaya wrote on May 4, '07
tiyan said
Sekarang sekolah negeri favorit jg muahaaal!
nah itu dia masalahnya mba', sebenarnya klo dikaji lagi, sekolah negeri gedungnya dan perbaikannya tinggal minta sama pemerintah, gaji guru/karyawan juga sudah ditanggung pemerintah, buku2 juga sebagian sudah dihibahkan oleh pemerintah walaupun masih terbatas, lha trus duit SPP yang mahal itu buat bayar apa ??? Fasilitas yang wah atau bagaimana yah.. ?? :-/
donnydoncrow wrote on Jun 13, '07
subsidi ..?? ..saya hanya bisa tertawa lagi (untuk pendidikan di negeri ini) ...
loelah wrote on Jun 14, '07
....................................................... kan.
albam wrote on Jan 4
Sekolah, gratis langsung ditempat kerja saja. curi-curi ilmunya boss.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help