Ketika Eva Arnaz sering membintangi film-film "panas" atau film komedi bersama trio warkop Dono Kasino Indro (DKI), ia sering pakai baju tanpa lengan yang memperlihatkan ketiaknya. Dan, hebatnya Eva Arnaz, ketiak itu masih subur ditumbuhi bulu
.
Bagi orang zaman dulu itu biasa, karena mereka memang membiarkan bulu-bulunya tumbuh tanpa cukur, cabut atau wax. Tapi sekarang, say no to bulu ketiak! Dengan bulu ketiak, mana bisa jalan-jalan keliling mall pakai tank top atau strapless ketat. Plus tambah lagi informasi dari orang asing yg tak jengah buka-buka baju membuat orang kini semakin mempermulus ketiak tanpa bulu.
Sayangnya, ternyata bulu ketiak ala Eva Arnaz bisa mencegahnya terkena kanker payudara!
Sedangkan, menurut ahli kesehatan dalam dan luar negeri, wanita yang suka ketiaknya plontos justru beresiko 50 kali kena kanker payudara dibanding perempuan yang membiarkan bulu ketiaknya tumbuh.
Mencukur, mencabut atau me-wax bulu ketiak menyebabkan ketiak telah kehilangan pertahanannya terhadap kuman dan bakteri. Tanpa bulu, kuman dan bakteri besar kemungkinan masuk ke jaringan kulit dan sampai ke kelenjar payudara. Ini yang menyebabkan tercetusnya kanker payudara.
Deodoran yang dipapar selama berjam-jam dikulit ketiak memang terbukti mencegah bau badan, bersamaan dengan itu, toxic yg terdapat di dalam deodoran mudah mengendap pula ke jaringan kulit yang tanpa bulu. Ini juga termasuk pencetus kanker payudara.
Sebenarnya keringat yang muncul diketiak baik karena hasil metabolisme dan pengeluaran racun dari tubuh. Yang membuatnya menjadi bau badan adalah kurangnya kebersihan diri (pakaian, tubuh), dan konsumsi makanan. Kemungkinan muncul kanker payudara lebih besar lagi untuk perempuan yang tidak menjaga kebersihan ketiak dan tak putus-putusnya terpapar deodoran atau bedak atau parfum. Kanker payudara jarang ditemukan pada laki-laki bukan karena laki-laki tak punya payudara yang menonjol. Masih kata ahli medis, laki-laki tidak mencukur bulu ketiaknya, mereka hanya memotongnya tapi tidak mencukurnya. Inilah yang menyebabkan laki-laki tak kena kanker payudara. Bisa dipastikan, perempuan Indonesia yang ketiaknya plontos disebabkan tercemar budaya barat yang warganya memang gemar buka baju dan tak suka ada bulu menempel di kulitnya.
Padahal, lagi-lagi kata ahli kesehatan dalam dan luar negeri, setiap bulu yang tumbuh di tubuh punya fungsinya sendiri- sendiri. Alis - belakangan banyak perempuan membabatnya dan menggantinya dengan tato - juga berfungsi melindungi mata. Bulu hidung dan rambut kemaluan juga punya fungsi masing-masing. Tumbuh bulu? tak apa, toh masih terlihat seperti manusia, belum seperti orang utan atau simpanse.