Blog EntryKata Orang Betawi : Pendatang?!Nov 14, '06 1:24 AM
for everyone
Waktu saya masih jadi ketua karang taruna di daerah kelurahan Kuningan Barat sering saya dapat pertanyaan dari tokoh kampung setempat : "kamu orang mana?".
Saya jawab : "Jakarta", pikir saya karena saya lahir dan besar di Jakarta, jd saya orang Jakarta.
Tokoh itu bertanya lagi : "Betawi?"
Saya : "Bukan."
Tokoh : "Bapak ibunya orang mana?"
Saya langsung menangkap mungkin maksudnya dari suku mana: "Ibu turunan sunda lahir besar di Jakarta, ayah lahir di Banjarmasin besar di Surabaya."
Tokoh : "Oh, pendatang."
Pendatang?
Pendatang?

Saya sekarang tinggal di daerah Jl.Radio Dalam. Waktu naik angkutan umum saya juga bertemu dan sedikit ngobrol dengan seorang bapak paruh baya.
Dia bertanya : "orang mana?"
Saya : "Jakarta"
Dia : "Oh, kenal sama H.Zaini?"
Saya : "Ngga"
Dia : "Katanya orang Jakarta"
Saya : "Kan Jakarta luas pak. Mana saya kenal satu-satu nama orang se-Jakarta"
Dia : Bapak ibunya orang mana?"
Saya: "Udah campuran"
Dia : "Oh, pendatang"
Saya : "Saya lahir besar disini, Jakarta. Ibu saya juga lahir disini"
Dia diam.

Benang merahnya adalah, dua orang yg memvonis saya pendatang ialah dari suku Betawi (yg diyakini sebagai penduduk asli Batavia/Jakarta).
Pendatang...
Oh, kaum yang merasa Betawi, apakah saya (dan jutaan orang lainnya) yang sudah puluhan tahun, bahkan lahir di Jakarta masih dianggap pendatang?
Pendatang dalam hal apa ya? Memang jarang orang Betawi yang bekerja dan menempati posisi strategis dalam karir di Jakarta ini. Tapi itu bukan karena Betawi dipinggirkan. Jika orang - orang dari suku Betawi bekerja keras dan belajar, ia jg pny kesempatan sama dengan suku lain di Jakarta ini.

Saya punya kerabat Betawi.Hampir semua keluarganya menempati posisi bagus diperusahaan internasional. Saya juga pny teman keluarga Betawi. Satu keluarga merupakan keluarga santri dan bekerja di perusahaan nasional pula, sebagian malah pengusaha menengah. Benang merahnya lagi. Betawi yang kerabat dan sahabat saya merupakan Betawi keturunan Cina (ini kata orang!Bener!). Keluarganya berpendidikan, pergaulan dan wawasannya luas.
Orang Betawi yang suka tanya-tanya soal pendatang ini, ndilalah, Betawi keturunan Arab (kata orang!Bener!). Pendidikannya biasa, pergaulan dan wawasannya terbatas, dan...ini nih stereotip jeleknya, mengandalkan hidup pada NarKoBa alias Narik Kontrakan Babe.
Duh, maaf, tak bermaksud mendiskreditkan Betawi nih. Ini cuma tulisan berdasarkan pengalaman aja.

Ga semua Betawi gitu lho. Saya yakin.
Betawi yang sinis sm kaum "pendatang" itu adalah orang-orang yang tak mau kerja keras dan belajar. Betawi yang cerdas dan bekerja keras jauh lebih banyak.
Saya cuma risih sering ditanya soal status "PENDATANG" oleh orang-orang Betawi.
Ibu saya lahir dan besar sampai sekarang di Jakarta, begitupun saya dan adik-adik, ayah saya juga puluhan tahun cari nafkah di Jakarta. Semua ijazah, surat kependudukan, SIM, dll, menyatakan saya penduduk Jakarta, kok dibilang pendatang ya?
Logikanya dimana?
Tolong saya dikasih tahu deh.
Pendatang...

Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help